PMMALHIKMAH.ID – Gempa bumi tidak hanya menghadirkan guncangan dalam hitungan detik. Bagi masyarakat yang mengalaminya, dampaknya dapat terasa jauh lebih panjang. Ketika kondisi belum sepenuhnya pulih, kebutuhan akan bantuan, perhatian, dan pelayanan dasar menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.
Di tengah situasi tersebut, kepedulian hadir dari berbagai pihak. Salah satunya melalui kolaborasi PMM Al-Hikmah Undiksha bersama Dompet Dhuafa Bali dalam merespons kondisi emergency pascagempa di Nusa Tenggara Timur.

Melalui program Aksi Emergency – Respon Emergency Gempa NTT, PMM Al-Hikmah Undiksha bersama Dompet Dhuafa Bali menghadirkan pos medis bagi masyarakat terdampak di Kabupaten Nagekeo.
Aksi kemanusiaan tersebut dilaksanakan pada 29 Agustus 2026 di dua lokasi, yakni Desa Tonggo, Rangaroro, Nagekeo, serta Kampung Adat Tutubahda, Desa Rendu, Nagekeo.
Pos medis ini menjadi salah satu bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat di tengah situasi pascabencana. Sebanyak 53 orang tercatat menerima manfaat dari pelayanan yang diberikan.
Bagi masyarakat yang sedang menghadapi situasi emergency, pelayanan kesehatan menjadi lebih dari sekadar pemeriksaan dan pengobatan. Di dalamnya terdapat rasa aman, perhatian, dan dukungan yang dibutuhkan ketika kondisi belum kembali seperti semula.
Kehadiran PMM Al-Hikmah Undiksha bersama Dompet Dhuafa Bali juga menunjukkan bahwa aksi kemanusiaan dapat lahir dari kolaborasi berbagai pihak. Mahasiswa tidak hanya mengambil peran di lingkungan kampus, tetapi juga dapat bergerak langsung ketika masyarakat membutuhkan.

Jarak antara Bali dan Nusa Tenggara Timur memang terbentang cukup jauh. Namun, jarak tersebut tidak menjadi penghalang untuk menghadirkan kepedulian. Melalui kolaborasi ini, PMM Al-Hikmah Undiksha berupaya mengambil bagian dalam membantu masyarakat Nagekeo melewati masa sulit setelah bencana.
Bencana mungkin datang tanpa pernah diperkirakan. Tetapi di tengah keadaan yang tidak mudah, selalu ada ruang untuk saling menguatkan.
Aksi Emergency ini menjadi pengingat bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah. Dari Bali untuk Nagekeo, PMM Al-Hikmah Undiksha bersama Dompet Dhuafa Bali memilih untuk hadir karena terkadang, hal paling berarti yang dapat diberikan kepada mereka yang sedang menghadapi bencana adalah memastikan bahwa mereka tidak merasa sendirian.
“ Hadir adalah kepedulian. Bergerak adalah kemanusiaan.”
(*)




